5 Pemimpin Negara Paling Muda Di Dunia

Pemimpin lazimnya orang yang dituakan dalam satu kelompok atau komunitas. Dan seorang pemimpin hampir bisa dipastikan memiliki sifat yang sangat penting, seperti berkharisma, memiliki visi, daya persuasif dan intensitas yang tinggi. Jika kita mengenang pemimpin-pemimpin berkharisma, heroik, dan mampu memperlihatkan sifat kepemimpinannya, nama-nama seperti Presiden Republik Indonesia pertama, Ir Soekarno, Hitler, Napoleon Bonaparte, hingga Sadam Hussein langsung terlintas dalam pikiran kita.
Di zaman yang lebih maju, baik dalam perkembangan ilmu pengetahuan maupun budaya, pemimpin lebih dari sekedar orang yang dituakan atau berkharisma. Tapi faktor intelektualitas juga menjadi pertimbangan orang tersebut untuk diangkat menjadi seorang pemimpin, tak terkecuali usianya masih sangat muda. Dengan segala kelebihannya, para usia muda inipun bisa menjadi pemimpin yang disegani. Terutama karena faktor intelektualitasnya tersebut.
Nah, siapa saja para pemimpin yang masih berusia muda itu?. Berikut 5 pemimpin muda  di dunia:


1. Atifete Jahjaga (Presiden Kosovo)
Pemimpin muda pertama, yakni Atifete Jahjaga. Pada 7 April 2011, Atifete resmi menjadi presiden Kosovo yang keempat, atau merupakan presiden wanita pertama. Atifete yang dilahirkan di Dakovica pada 20 April 1975 menjabat kepala negara muda di negara Balkan modern tersebut menggantikan Jakup Krasniqi.
Sebagai kepala negara, Atifete memiliki latar belakang pendidikan yang kuat untuk menjadi seorang pemimpin. Setelah lulus dari fakultas hukum di Universitas Prishtina pada tahun 2000, Atifete menyelesaikan program sertifikasi pascasarjana bidang Manajemen Kepolisian dan Hukum Pidana di Universitas Leicester Inggris, pada tahun 2007. Bahkan untuk bidang keamanan, Atifete melengkapinya dengan menerima pelatihan profesional di pusat studi keamanan George C Marshall Eropa di Jerman, dan akademi nasional FBI di Amerika Serikat.
Public Kosovo mulai menaruh perhatian pada Atifete setelah foto-fotonya bersama Presiden Amerika Serikat saat itu, George Walker Bush, dan Menteri Luar Negeri Amerika ke-67, Hillary Rodham Clinton diposting ke jaringan internet. Sejak saat itulah istri dari seorang dokter gigi, Astrit Kuci ini menarik beberapa partai politik di Kosovo untuk menjadikannya seorang calon presiden, dan pada 6 April 2011, namanya diumumkan sebagai calon presiden konsensus presiden Kosovo oleh partai demokrat Kosovo.
Dan dalam pemilihan suara oleh parlemen, dari 100 anggota parlemen yang hadir, Atifete memeroleh 80 suara, sedangkan 10 suara lainnya jatuh pada saingannya, seorang politikus Kosovo, Suzan Novoberdali. Dengan unggul telak perolehan suara tersebut, Atifete menjadi presiden yang unggul dalam pemilihan suara hanya dalam satu putaran, dan ditetapkan sebagai Presiden Kosovo pada 7 April 2011.
Yang menyita perhatian dunia, terutama warga Kosovo, yakni pernyataan Atifete dalam pidato pelantikannya yang menyatakan akan mengamankan keanggotaan Kosovo di Uni Eropa dan PBB. Padahal sebagai sebuah negara pecahan yang masih sering dilanda perang saudara, meyakinkan rakyatnya akan situasi aman dan diakui dunia adalah satu tugas berat. Namun, Atifete optimis dunia akan mengakuinya. Atifete pun kini rajin melakukan kunjungan ke berbagai negara  untuk mempererat hubungan diplomatik negara tersebut.
Hingga kini Atifete diyakini sebagai presiden perempuan termuda di dunia.


2. Kim Jong Un ( Presiden Korea Utara)
Pemimpin muda di dunia berikutnya, yakni Kim Jong Un, Presiden Korea Utara. Putera ketiga mendiang Presiden Korea Utara sebelumnya Kom Jong Il yang meninggal pada 17 Desember 2011 lalu tersebut ini diperkirakan berusia 28 tahun. Semua perkiraan mengenai usia sang presiden muda lantaran riwayat kelahirannya tidak dicatat secara khusus, atau dirahasiakan oleh negara tersebut.
Naik tahtanya Jong Un menggantikan mendiang ayahnya sempat membuat beberapa negara di dunia meragukan kepemimpinan pemuda tersebut. Bahkan beberapa media pro Pyongyang, Shosun Sinbo yang terbit di Jepang sempat membela presiden muda tersebut. Dalam bahasan di media tersebut disebutkan bahwa publik Korea Utara tidak mengkhawatirkan kepemimpinan Jong Un. Sebaliknya rakyat Korea Utara sepenuhnya percaya pada Jong Un, dan meyakini usia mudanya merupakan sumber jaminan kemajuan negara tersebut.
Sebelum menjadi Presiden Korea Utara, Jong Un telah memperlihatkan karakter kepemimpinannya dengan menjabat penasehat militer Korea Utara saat usianya diperkirakan baru 18 tahun. Dan setahun sebelum wafat ayahnya, Jong Un telah dianugerahi jendral bintang empat. Dan menurut surat kabar, Chosun Sinbo, Jong Un telah mengikuti kegiatan militer sejak 1990.
Jong un dikabarkan merupakan seorang ahli teknologi dan terakhir kali menempuh pendidikan formal di salah satu Universitas terkenal di Swiss. Selain ahli teknologi yang pandai menggunakan alat-alat teknologi canggih, Jong Un juga menguasai beberapa bahasa, termasuk Inggris dan Jerman. Kini rakyat Korea Utara meyakini Jong Un sebagai pemimpin tertinggi angkatan bersenjata gelar yang disandang mendiang ayahnya, Kim Jong Il.
Kim Jong Un diyakini sebagai presiden pria termuda di dunia.


3. Marisol ( Kepala Polisi di Meksiko)
Pemimpin muda berikutnya, yakni Marisol Valles Garcia. Walaupun ia hanya seorang gadis berusia 20 tahun, namun jabatannya cukup menakutkan, yakni sebagai kepala polisi di kota kecil di negara bagian Cihuahua, Meksiko. Tepatnya menjadi kepala polisi di kota Praxedis, sebuah kota perbatasan Meksiko dengan Amerika Serikat yang diperebutkan dua geng narkoba, Juarez dan Sinaloa, sebagai jalur penyelundupan narkoba.
Keputusan Garcia dianggap paling nekad, karena sebelumnya tidak ada yang berani mengambil posisi kepala polisi di kota tersebut. Warga kota berpenduduk kurang dari 9 juta orang itu masih trauma dengan tewasnya kepala polisi sebelumnya dengan cara dipenggal. Bahkan selama satu tahun posisi kepala polisi tersebut kosong, dan akhirnya di isi Garcia pada Oktober 2010, dan dilantik pada Januari 2011 saat Garcia genap berusia 21 tahun.
Dalam sebuah wawancara dengan New York Times, Garcia menjelaskan bahwa tugasnya tidak ada kaitannya dengan perdagangan narkoba. Menurut mahasiswa jurusan kriminologi tersebut, tugas yang dijalaninya difokuskan pada pencegahan dan penanganan kejahatan ringan seperti mabuk-mabukan, pencurian atau kekerasan rumah tangga. Karena itulah, saat bertugas, Garcia tidak pernah mengenakan seragam polisi dan bersenjata api.
Walaupun pekerjaannya tidak berkaitan dengan kartel obat bius. Namun, keselamatan Garcia terancam. Sejak mengambil cuti tiga hari pada 2 Maret 2011, Garcia tidak lagi muncul di kantor tempatnya bekerja, sehingga walikota setempat memecatnya. Dikabarkan Garcia menyebrang ke Texas, Amerika untuk mencari suaka, setelah ia mendapat ancaman dari kartel narkoba di kota tersebut lantaran menolak diajak bekerjasama. Bahkan pejabat kota Praxedis maupun aktivis HAM di kota tersebut gagal melakukan kontak. Hingga kini keberadaan Garcia masih misterius.


4. Jonathan Krohn ( Pakar Politik Termuda)
Pemimpin muda berikutnya, yakni seorang pakar politik dari Georgia bernama Jonathan Krohn. Jangan sangka karena ia seorang pakar politik, datang dari kalangan akademisi dewasa, karena, Krohn baru berusia 14 tahun. Bocah yang tinggal di Duluth, Georgia tersebut mendapat penghargaan atlantas most talented child 2006 dan berhasil menyelesaikan sebuah buku politik.
Krohn sukses menulis buku setebal 86 halaman mengenai konservatif Amerika. Buku tersebut membahas mengenai empat prinsip dasar konservatisme, dukungan untuk konstitusi Amerika terhadap kehidupan, kekurangan pemerintah, dan tanggung jawab yang lebih pribadi. Buku tersebut disusun Krohn untuk didedikasikan pada mantan Presiden Amerika Serikat, Ronald Reagan, William Buckley JR dan Bary Goldwater. Para tokoh tersebut menurut Krohn merupakan para pahlawan politik.
Bahkan buku yang menyita pehatian dunia tersebut, diterbitkan Krohn dengan menggunakan biaya dari tabungannya sendiri. Menurut Krohn, upaya pertama tersebut dilakukan untuk menulis buku kedua yang difokuskan pada Alexander Hamilton dan James Monroe.


5. Bashaer Othman ( Walikota Palestina)
Pemimpin muda terakhir, yakni berada di Palestina. Seorang remaja putri Bashaer Othman merupakan walikota termuda di dunia yang memimpin kota Allar di tepi barat, Palestina. Tugasnya sebagai walikota ternyata merupakan salah satu program pemberdayaan remaja di Palestina. Walaupun hanya menjabat walikota selama dua bulan, Othman menjalankan fungsi memimpin kota secara penuh, di bawah pengawasan walikota sebenarnya, Sufian Shadid.
Seluruh kinerja kota di bawah kendali Othman setiap hari, hanya masalah keuangan saja yang tidak diurusnya. Menurut Shadid, program walikota remaja ini merupakan salah satu cara melakukan pendekatan terhadap kaum muda di kota Allar. Shadid percaya pendekatan pada kaum muda tidak hanya dilakukan secara finansial saja. Dengan kepercayaan yang diberikan pada kaum muda, perubahan terbuka lebar.
Menjalani pekerjaan yang tidak bisa dibilang mudah, Othman mengaku menekuninya dengan semangat. Dia berharap dapat berbagi pengalaman yang diperolehnya selama memerintah pada remaja lainnya, sehingga mereka lebih paham cara kerja pemerintahan


Itulah tayangan para pemimpin muda yang ada di beberapa belahan di bunia. Semoga tayangan tadi memberi Anda gambaran, bahwa menjadi seorang pemimpin bisa dilakukan siapa saja, asal kemampuannya bisa dipertanggungjawabkan. Dan juga memotivasi pemirsa, dengan usaha keras, Anda pun bisa menjadi seorang pemmpin

No comments:

Post a Comment